Senin, 04 Desember 2017

Perbedaan All New Toyota Rush 2018 dengan Rush Versi Sebelumnya

Salah satu keunggulan All New Toyota Rush 2018 terletak pada mesin Dual VVT-i (2NR) berkapasitas 1500 CC.
All New Toyota Rush 2018 resmi diluncurkan pada Kamis (23/11/2017) kemarin dengan dua tipe yaitu G dan TRD Sportivo yang menawarkan desain eksterior dan interior serba baru. 

Salah satu keunggulan Rush generasi kedua ini terletak pada mesinnya yang sudah menggunakan Dual VVT-i (2NR) berkapasitas 1500 CC. Sementara Rush generasi sebelumnya, menggunakan mesin VVT-i  berkapasitas 1.495 CC. Mesin Dual VVT-i 2NR ini juga sudah digunakan oleh Sienta dan Veloz.

Mesin ini mampu menghasilkan tenaga yang cukup untuk kendaraan tujuh penumpang serta efisiensi bahan bakar yang diklaim lebih baik 10 persen dari model sebelumnya.

Agar pengemudi dan penumpang semakin merasa nyaman, sistem suspensi menerapkan pengaturan yang lebih baik dengan tambahan stabilizer di bagian belakang. Tingkat kebisingan juga menjadi jauh berkurang dibandingkan model sebelumnya.

Selain mesin, perbedaan All New Rush dari generasi sebelumnya juga terletak pada interiornya. Interior All New Rush didesain dengan konsep “True 7 Seater SUV” yang dilengkapi dengan 7 seatbelt tiga titik dan 7 head rest

Dengan jarak bangku baris ke dua dengan bangku baris ketiga sebesar 700 mm, penumpang baris ketiga jauh lebih nyaman dibandingkan model sebelumnya. Dan ini masih menyisakan ruang yang luas untuk tempat bagasi. Panjang bagasi All New Rush mencapai 450 mm atau lebih panjang 150 mm dibandingkan sebelumnya.

“Interior All New Rush memang di desain untuk menunjang kebutuhan penggemar SUV yang berkarakter dinamis. Mereka tidak hanya butuh sensasi sporty, tapi juga ruang interior yang luas, termasuk untuk bagasi,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor, Henry Tanoto, 

Khusus untuk tipe TRD Sportivo, bagian panel depan dilapisi dengan material yang lembut agar terlihat semakin eksklusif. Interior dilengkapi dengan desain dashboard yang memancarkan nuansa ketangguhan All New Rush sebagai kendaraan SUV. Dengan posisi duduk All New Rush yang tinggi (comanding type) layaknya SUV, memberikan jarak pandang yang lebih luas dan jauh.

Interior juga dilengkapi overhead console box untuk tempat kaca mata dan juga map lamps. Secara keseluruhan, mobil ini mempunyai 13 cup holder yang dapat digunakan untuk menyimpan botol minuman.

Sementara, untuk dimensi, sedikit berbeda dengan generasi sebelumnya yang berdimensi 4.420 x 1.745 x 1.740 mm. Lebar All New Rush 2018 1.685 mm dengan tinggi 1.705 mm dan jarak antar roda (wheel base) 2.685 mm sama dengan sebelumnya.

All New Rush memiliki dimensi yang lebih lapang karena lebih panjang 230 mm dibandingkan model sebelumnya, menjadi 4.435 mm dengan menempatkan ban serep di bagian bawah lantai belakang.

All New Rush hadir dalam dalam 6 warna yaitu white, silver mica metallic, black mica, red mica metallic, bronze mica metallic, dan bordeaux mica.

Fitur keamanan dan keselamatan semua tipe All New Rush pun ditingkatkan dengan menggunakan Anti-lock Braking System (ABS) untuk mengurangi risiko tabrakan, Hill Start Assist Control (HSA) agar lebih percaya diri saat melewati jalan mendaki, Vehicle Stability Control (VSC) untuk menjaga kestabilan saat menikung. Mobil ini juga dilengkapi 6 airbags.

Untuk harga, Toyota akan mengumumkan harga resmi pada 2018 dengan perkiraan akan lebih murah atau lebih mahal sebesar Rp3 juta rupiah jika dibandingkan harga jual Rush saat ini antara Rp239,9 juta untuk tipe bawah hingga Rp267,8 untuk tipe tertinggi.
 

Senin, 18 September 2017

7 steps belajar mobil

7 steps belajar mobil, belajar mobil itu gampang !!


Halo sahabat toyota serang ! pada kesempatan kali ini toyota serang akan membagikan 7 steps belajar mobil secara sederhana khususnya untuk para pemula. mari kita simak ulasannya 
1. Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah beradaptasi dengan suasana di balik kemudi


Kebanyakan orang yang belajar mobil akan memilih langsung terjun ke jalanan, padahal hal ini justru bisa menyebabkan trauma karena sebelumnya belum terbiasa dengan suasana di atas kursi pengemudi. Nah, alih-alih langsung turun ke jalan, lebih baik kamu coba duduk di kursi pengemudi saat mobil dalam keadaan berhenti, sambil mencoba pegang setir, membelok-belokkannya, atau memindahkan persneling. Kamu juga bisa sambil mempelajari fitur dan fungsi-fungsi umum yang ada pada dashboard mobil. Pelajari dulu hal-hal dasar seperti cara menghidupkan dan mematikan mesin mobil, menggunakan lampu sen, lampu jarak dekat dan jauh, menggunakan wiper, dan lain-lain. Kalau mobilmu manual, ingat baik-baik yang mana posisi pedal kopling, rem, dan gas. Dengan memahami lebih dulu fungsi-fungsi dasar ini, nantinya kamu akan lebih nyaman saat sudah benar-benar berkendara di jalanan.
2. Ajak teman yang sudah fasih berkendara untuk membawamu ke lapangan. Di sana kamu bisa menerapkan langsung hal-hal yang sudah kamu pelajari sebelumnya


Kamu bisa ajak teman, saudara, atau bahkan orangtuamu yang sudah terbukti kemampuan berkendaranya, untuk memandumu mempraktikkan ilmu-ilmu dasar yang sudah kamu pelajari. Pilih lokasi yang luas dan sepi, misalnya lapangan sepak bola. Belajarlah dari tahap awal, mulai menghidupkan mesin, menginjak kopling, masuk gigi satu, lepas kopling perlahan sambil tekan gas sampai mobil berjalan perlahan. Jangan panik kalau mobil tiba-tiba mati. Itu adalah hal yang sangat wajar. Ulangi terus hingga lancar. Kalau sudah lancar menghidupkan dan menjalankan mobil, berputar-putarlah di lapangan, cobalah juga untuk mundur, belok kiri, belok kanan, sampai kamu jadi terbiasa.
3. Naikkan level wilayah mengemudimu. Setelah fasih nyetir di lapangan, saatnya kamu putari komplek rumah kamu. Coba medan yang lebih sempit

Jika kamu belum cukup pede, tahap nomor 2 bisa diulangi beberapa kali. Setelah merasa yakin sudah cukup lancar, mulailah mengemudi di sekitaran komplek rumah. Tujuannya supaya membiasakan kamu berkendara di lingkungan yang ada distraksinya. Seperti kita tahu, di komplek akan banyak ditemui belokan-belokan atau anak kecil dan orang berlalu-lalang. Dengan berlatih di situasi seperti ini insting mengemudimu akan semakin terasah. Kamu akan semakin jeli ‘membaca’ medan. Tapi jangan lupa untuk mengontrol kecepatan. Jangan ngebut dan biasakan melihat spion. Gunakan lampu sen jika ingin berbelok dan berhati-hatilah saat belok di jalanan yang sempit, karena bisa saja bagian belakang mobil menyerempet pembatas jalan. Yang terpenting sih fokus dan santai 
4. Selanjutnya saatnya kamu taklukkan medan menanjak. Ini biasanya jadi ‘momok’ bagi newbie. Tapi kamu tetap harus berlatih



Nah, jalanan menanjak biasanya jadi medan paling ditakuti para pengendara pemula. Karena di sini pengendara dituntut untuk dapat menahan mobil agar tetap stabil dan tidak mundur baik dalam keadaan diam ataupun saat merayap di medan yang menanjak. Latihan ini perlu agar kamu nggak kaget saat terjebak majet di jalan tanjak. Carilah medan menanjak yang sepi di sekitaran lingkunganmu tinggal. Sebenarnya ada dua cara yang bisa dipakai untuk dapat menahan mobil tidak melorot yaitu menggunakan rek kaki atau rem tangan. Tapi untuk pemula sih lebih baik pakai rem tangan. Karena kalau pakai rem kaki, kamu akan kesulitan memindahkan kaki kanan dari pedal rem ke gas. Biasanya yang ada justru mobil akan mundur. Caranya, lepas rem tangan perlahan, angkat juga kopling pelan-pelan, sambil menginjak gas sedikit demi sedikit. Kalau mobil sudah mulai jalan, rem tangan dan kopling bisa benar-benar dilepas. Kalau pengendara yang sudah level dewa, biasanya malah nggak pakai rem tangan atau kaki. Cukup menyeimbangkan kopling dan gas saja. Step ini biasanya perlu diulang berkali-kali supaya ‘feel‘-nya lebih dapat!
5. Kalau sudah oke di jalan tanjak, saatnya belajar parkir! Banyak yang bilang ini juga menantang, tapi dengan berlatih nggak ada yang nggak mungkin kok


Semua cuma soal tekad dan kerja keras. Pertama kamu perlu memperhatikan lebih jeli bagaimana cara orang-orang di mal atau lokasi-lokasi parkir, memarkir mobilnya. Kalau kamu kira-kira sudah paham ‘ancang-ancangnya’, kamu bisa praktikkan sendiri. Berlatihlah parkir mundur biasa. Perhatikan spion kanan kiri dan tengah. Jangan terlalu mepet dengan mobil atau apapun di samping-sampingmu. Ulangi beberapa kali sama ketemu instingnya. Kalau sudah lancar cobalah yang lebih menantang lagi dengan memarkir mobilmu secara paralel. Tahap ini bisa dilalui oleh orang-orang yang nggak mudah menyerah. Jadi, teruslah berusaha!
6. Sampai di tahap ini, kamu sudah ‘sah’ untuk terjun ke jalan raya. Meski begitu tetaplah waspada dan mengemudilah dengan kecepatan sedang

Jangan dulu bertinggi hati, karena sejatinya jalan raya adalah medan sebenarnya yang harus dikuasai pengemudi. Awali dengan membuang jauh-jauh perasaan tegang. Kemudikan mobilmu dengan kecepatan rendah dulu. Jangan panik jika banyak mobil mengantri di belakangmu atau bahkan menghujani kamu dengan klakson. Tetaplah fokus ke arah depan. Kalau memang memungkinkan, mereka pasti akan menyalipmu kok. Di tahap ini waktu yang tepat buat kamu mencoba beberapa kecepatan. Berlatihlah memindahkan gigi dari gigi satu ke gigi dua, dua ke tiga, kemudian turun lagi. Begitu seterusnya sampai kamu benar-benar lancar dan percaya diri.
7. Nah, saatnya kamu mulai antar-jemput adik atau kakakmu. Beranikan diri untuk menambah jam terbangmu
Kalau sudah sampai di tahap ini, artinya kamu sudah bisa dianggap ‘lulus’. Perkara belum lancar, nggak usah khawatir, karena seiring berjalannya waktu, kamu pasti akan semakin terbiasa dan lancar mengemudi. Beranikan diri kamu mengeluarkan atau memasukkan mobil sendiri ke garasi. Sekali waktu antar adik, kakak, atau orang tuamu pergi ke suatu tempat. Dengan terus menambah ‘jam terbang’, skill mengemudimu akan semakin terasah.
Itu dia 7 step sederhana yang mesti kamu tahu sebelum belajar mengemudi. Untuk semakin memotivasi, kalau perlu sih kamu bisa buat timeline tahapan belajarmu itu. Misalnya untuk bisa menguasai tahap 1, kamu targetkan selama 2 hari. Tahap 2 selama 3 hari, dan seterusnya. Kalau ada target gitu kan kamu bisa jadi lebih semangat. Selamat mencoba ya! 


Selasa, 12 September 2017

tips ampuh untuk menghemat BBM


HALO..... SAHABAT toyota serang apa kabar ? kali ini toyota serang akan membagikan 8 tips ampuh untuk menghemat BBM 

8 cara menghemat bahan bakar minyak pada mobil :

1. Jagalah kebersihan mobil, Interior yang bersih tentu saja bisa menurunkan benda-benda atau sampah yang selama ini menambah beban kendaraan. Makin ringan kendaraan, makin enteng mesin bekerja, makin hemat BBM.
2. Periksa ban mobil, Ban yang kurang angin dapat memboroskan BBM hingga 3 persen selain memperbesar risiko meletus.
3.Gunakan AC seperlunya, Pemakaian pengatur suhu udara
tentu saja memerlukan tambahan konsumsi BBM, jadi bijaksanalah menggunakannya. Kaca kendaraan lebih baik dalam selalu keadaan tertutup karena kaca terbuka akan menyebabkan extra drag.
4. Matikan mesin saat macet dan lampu merah, Selain menghemat BBM, langkah ini juga mengurangi polusi udara yang kita hirup.
5. Fokus ke jalan, Jika kita selalu bisa mengantisipasi keadaan di depan jalan, kita bisa mengurangi rem mendadak atau tancap gas yang membuang energi serta BBM.
6. Rencanakan rute, Ketahui pasti rute yang akan kita lalui termasuk menghindari kemacetan atau proyek fisik yang menggunakan jalan.
7. Perhatikan pindah gigi, Saat pindah gigi atau perseneling ketika RPM mencapai 2.500 (mesin bensin) dan 2.000 (mesin diesel) untuk menghindari penggunaan tak perlu dari BBM.
Berpikirlah soal aerodinamik,
8. Roof rack yang lebih sering cuma jadi pemanis untuk sebuah kendaraan, namun demi menghemat bahan bakar, sebaiknya diturunkan sehingga mengurangi hambatan udara saat kendaraan melaju.
.
Dengan memanfaatkan 8 cara menghemat Bahan Bakar Minyak tersebut semoga bisa menajadikan kita semua perduli dengan sumber daya alam, menghemat energi menghemat bbm dan menghemat kantong.

Sabtu, 09 September 2017

Hindari Mengisi Tangki BBM Tidak Penuh

Hindari Mengisi Tangki BBM Tidak Penuh !



Harga bahan bakar minyak yang naik turun sering membuat banyak pemilik mobil memutuskan untuk mengisi bensin secukupnya. Tidak jarang jarum bahan bakar pada panel indikator berada pada level “hanya” seperempat atau setengah. Apalagi jika masih ada dari sebagian orang yang mempunyai “kebiasaan” mengisi bahan bakar mobilnya di saat hanya ingin digunakan saja. Dan tak jarang pula tangki bahan bakar mobil tidak diisi penuh saat membeli bensin. 

Sayangnya, hal ini justru berisiko buruk terhadap komponen lain. Apalagi saat tangki tidak terisi penuh, itu artinya Anda harus sering mengisinya ke tempat pengisian bahan bakar. Bahkan, tiap mengisi pun kadang sengaja tidak dipenuhi.
 
Selain itu, adanya tumpukan kotoran yang terdapat di dasar tangki bahan bakar juga bisa menyebabkan masalah pada mobil. Mengisi bahan bakar di stasiun pengisian (SPBU) di daerah terpencil dengan kondisi tangki tanam di SPBU tersebut yang kurang terawat juga berpotensi menghadirkan dan menambah kotoran di dalam tangki bahan bakar mobil menjadi bertambah banyak. Bila hal ini tidak terdeteksi dengan segera, otomatis kerja pompa bensin (fuel pump) akan semakin berat yang berakibat menurunnya kemampuan pompa bensin menekan bahan bakar masuk ke injektor. Tentu saja hal ini akan menyebabkan pompa bensin rentan terjadi kerusakan dan konsumsi bahan bakar akan semakin boros.
 
Dampak buruk lainnya yang juga bisa ditimbulkan adalah hadirnya air yang terdapat di di dalam tangki bahan bakar akibat terjadinya kondensasi. Tangki yang tidak terisi penuh akan menyebabkan ruang kosong di dalamnya semakin luas sehingga menyebabkan terjadinya proses kondensasi semakin lebih mudah, terutama untuk tangki bahan bakar pada mobil yang masih terbuat dari material besi. Wajar jika kemudian hal ini membuat mayoritas para produsen mobil modern kini mulai membuat tangki bahan bakar yang terbuat dari material plastik untuk mereduksi terjadinya proses kondensasi.
 
Beberapa komponen mobil bisa terkena imbas dari pengisian tangki yang tidak penuh ini. Komponen yang pertama terkena dampaknya adalah pompa bahan bakar. Bagian ini terletak di tangki dan setiap mobil digunakan, pompa bahan bakar akan mengalami peningkatan suhu.
 
Beberapa orang masih tidak tahu bahwa untuk mendinginkan suhu pompa bahan bakar justru dari bahan bakar yang ada di dalam tangki itu sendiri. Oleh karena itu, saat bahan bakar dalam tangki hanya sedikit atau kurang dari jumlah yang seharusnya, suhu akan sulit dikendalikan.
 
Hal itu disebabkan karena cairan pendinginnya tidak cukup untuk melakukan pengaturan suhu. Maka, pompa bahan bakar pun terpaksa menyedot bahan bakar yang menguap dengan suhu lebih tinggi. Hal ini tentu saja sangat tidak baik untuk pompa bahan bakar.
 
Pompa bahan bakar akan ikut mengalami peningkatan suhu secara berlebihan. Jika kondisi semacam itu terjadi terus-menerus, pompa akan berhenti bekerja atau bahkan rusak parah. Saat pompa bahan bakar sudah rusak, Anda pun wajib menggantinya.
 
Tentu saja hal itu sangat merugikan bagi Anda karena harus merogoh kocek untuk mengganti pompa bahan bakar. Akan lebih menguntungkan jika Anda mengisi bahan bakar hingga tangki penuh, selain tidak khawatir bahan bakar habis di tengah perjalanan, pompa bahan bakar mobil Anda pun aman dari kerusakan.
 
Sumber : www.otosia.com

Jumat, 08 September 2017

Tips Merawat dan Mengendarai Mobil Matic

Tips Merawat dan Mengendarai Mobil Matic


Tips merawat dan mengendarai mobil matic perlu diketahui bagi mereka yang memiliki mobil bertransmisi otomatis. Aktivitas yang padat dan mobilitas tinggi kaum urban menuntut energi ekstra untuk menjalaninya. Kemudahan dalam berkendara pun menjadi kebutuhan yang terus berkembang sesuai inovasi dari berbagai produsen otomotif tanah air. Tak heran jika gaya hidup masa kini yang merambah hampir di semua aspek hidup, terbawa pula ke dalam alternatif berkendara, khususnya kendaraan bertransmisi otomatis seperti mobil yaris.



Mobil matic telah terbukti memberi kontribusi berarti untuk meningkatkan performa mengemudi. Mekanismenya relatif sederhana dibanding kendaraan bertransmisi manual. Di sisi lain, meningkatnya jumlah pengguna kendaraan bermotor yang tidak diimbangi dengan pertumbuhan ruas jalan, memberi dampak kepadatan lalu lintas yang belum juga terpecahkan. Di sinilah letak keunggulan praktis dari sebuah mobil matic.
Namun perlu diingat, di balik kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkannya, kendaraan bertransmisi matic membutuhkan perawatan serta penanganan yang ekstra. Berikut ini, beberapa tips yang sekiranya dapat diperhatikan para pengguna dan pemilik mobil matic ;
1. Servis Berkala
Sama halnya dengan mobil bertransmisi manual, perawatan secara berkala juga diharuskan untuk kendaraan jenis matic. Penting untuk mengikuti instruksi servis berkala yang direkomendasikan oleh produsen. Selain untuk up-date kondisi kendaraan, juga diwajibkan oleh setiap aturan garansi mesin yang diberikan oleh produsen.
2. Penggantian Oli Transmisi
Untuk memelihara kondisi paket transmisi otomotisnya, lakukan penggantian oli secara teratur dan kontinyu setiap 25.000 km dan maksimal 50.000 km. Pakailah pelumas transmisi yang dianjurkan produsen mobil. Rentang waktu penggantian oli didasarkan pada jenis pelumas yang dipakai dan berat atau ringannya medan yang sering dilalui saat berkendara.
3. Deteksi Dini pada Valve dan Oli Transmisi
Masalah yang paling sering dialami adalah kebocoran atau kerusakan gasket transmisi. Oleh karenanya perlu dideteksi secara dini. Kebiasaan mengemudi kendaraan manual sering terbawa saat berada di belakang kemudi mobil matic. Pemindahan tuas yang kasar dan sentakan gas dapat menyebabkan valve rusak serta kebocoran tersebut.
4. Mengganti Oli Transmisi setelah Mengemudi dalam Keadaan Banjir
Jika terpaksa dan tidak dapat dihindari untuk mengemudi kendaraan melewati genangan air dan banjir atau lama diguyur hujan, maka perlu mengganti sesegera mungkin oli transmisi, karena kemungkinan besar air merembes ke dalam gearbox. Kemacetan gear atau transmisi merupakan dampak buruk karena mengabaikannya.
5. Pengecekan Kinerja Transmisi
Kinerja transmisi dapat dicek sendiri oleh setiap pengguna mobil matic. Tempatkan tuas transmisi pada posisi D atau R, setelah itu rem dilepas. Mobil akan langsung bergerak jika tidak ada masalah pada system transmisi.
Cara Mengendarai Mobil Matic :
1. Pemahaman Mengenai Cara Kerja Transmisi Matic
Sebelum membeli sebuah kendaraan roda empat bertransmisi automatic, konsumen perlu memahami mekanisme untuk mengemudikannya, terutama persneling yang berbeda dengan yang bertransmisi manual. Kesamaannya terletak pada Gigi atau Persneling R, untuk mundur dan N, untuk posisi netral. Kendaraan konvensional atau manual memiliki tuas perneling berdasarkan tingkat percepatan mesin, biasanya terdiri dari angka 1, 2, 3, 4, 5, dan Reverse (laju mundur). Sementara pada versi matic hanya terdiri dari P, R, N, dan D, dengan variasi pilihan disediakan pada posisi D.
Tuas persneling diposisikan pada P kondisi berkendara saat parkir. R digunakan ketika ingin memundurkan mobil. N sama dengan netral pada transmisi manual. Untuk drive atau laju ke depan, biasanya mobil masa kini dilengkapi dengan 4 fungsi tingkat percepatan plus 1 fitur kendali, yaitu
D, posisi tuas transmisi pada saat mobil melaju di jalanan datar.
D3, posisi tuas transmisi untuk melaju dengan kecepatan di atas D.
D2, posisi tuas transmisi ketika kendaraan menanjaki jalanan dengan kemiringan di bawah 30 derajat.
D1 atau L, untuk mengemudi saat mobil menaiki tanjakan lebih dari 30 derajat.
Overdrive, fitur pengendalian berupa tombol, yang secara otomatis memberikan instruksi pada untuk pindah tingkat kecepatan atau transmisi jika putaran mesin lebih tinggi dari sebelumnya.
2. Pemakaian Sesuai Kondisi Berkendara
Pemakaian tiap tingkatan transmisi harus disesuaikan dengan kondisi berkendara. Ketidaksesuaian yang sering terjadi, antara transmisi dan kondisi jalanan, akan mengakibatkan valve cepat aus dan rusak. Beban atau traksi yang tidak seimbang dengan putaran mesin berdampak pada penurunan kinerja mesin.
3. Kebiasaan Berkendara yang Baik untuk Transmisi Matic
Semua masalah pada kendaraan matic dapat dicegah. Membiasakan diri untuk mengendarainya secara baik dan benar adalah cara yang tidak tergantikan. Perhatikan kondisi jalan dan sesuaikan tingkat persnelingnya. Sebelum mengemudi, diusahakan agar selalu menyamankan diri sehingga konsentrasi tetap terjaga sampai tempat tujuan.

Tips merawat ban mobil

TIPS MERAWAT BAN MOBIL 

Cara merawat Ban.
Banyaknya kasus ban benjol, bunting diduga karena pemilik kendaraan menyepelekan ban. Mereka biasa pakai tapi tidak biasa merawatnya.
Nah, seharusnya ban dirawat seperti Anda merawat bodi dan interior kendaraan. Berikut tips merawat ban dari GT Radial.
1. Perhatikan tekanan angin pada ban sekurangnya dua minggu sekali. Sesuaikan dengan petunjuk pabrikan tekanan angin.
2. Upayakan ban di-balancing dan spooring agar pengendalian dan performa tetap maksimal saat beraksi di jalan.
3. Bila kotor, sebaiknya hanya gunakan sabun atau sampo mobil untuk membersihkan ban
Tekanan angin adalah hal yang paling penting dalam perawatan ban. Artinya, ban harus diberi tekanan angin sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh pabrik pembuatnya dan bisa didapatkan di berbagai area kendaraan Anda, seperti di ujung pintu pengemudi, di bagian bawah pintu atau di bagian dalam kotak penyimpanan di pintu kendaraan.
Tekanan angin kurang dapat menyebabkan kerusakan bagian sidewall, menurunnya kapasitas angkut beban, dan juga mengakibatkan borosnya bahan bakar. Karenanya tekanan angin ban harus diperiksa secara berkala, paling tidak setiap dua minggu sekali atau ketika hendak melakukan perjalanan jarak jauh.
Dan yang harus diperhatikan adalah memeriksa tekanan angin ban sebaiknya pada saat ban dalam keadaan dingin. Bila kendaraan baru saja dipakai, biarkanlah suhu ban turun sebelum diperiksa tekanan anginnya. #toyotaserang#promotoyotaserang #infohargatoyotaserang #dealertoyotaserang#infokreditmobiltoyotaserang #tipsmerawatban